Materi Seminar Penataan Grup Riset FKIP, 23 November 2021

Download Materi disini “Sosialisasi Penataan Grup Riset”

  1. UNS memperoleh IKU tertinggi dari kementerian
  2. Kinerja P2M masih kurang sehingga intellectual property rights (IPR) harus dikejar.
  3. Peran dosen dalam publikasi scopus baru 21%.
  4. Peran riset group (RG) dalam publikasi scopus juga menunjukkan bahwa ada 163 RG yang belum menghasilkan luaran publikasi.
  5. Publikasi berupa jurnal/prosiding scopus sebagai penulis pertama/corresponding author.
  6. Selama 4 tahun terakhir jumlah publikasi per tahun naik 25 orang sehingga naiknya tidak signifikan.
  7. Oleh karena itu, penataan grup riset perlu dilakukan.
  • Pembatasan jumlah 5-10 anggota termasuk ketua.
  • Membuat roadmap yang jelas agar bisa menghasilkan sesuatu (seperti publikasi)
  • Keanggotaan: Secara administrasi lebih baik 1 grup riset saja. Jika lebih bisa masuk grup lain di Pusdi/PUI. Tetapi tidak boleh rangkap jabatan sebagai ketua di kedua grup tersebut.
  • Pemberian reward akan dilakukan melihat dari luaran scopus yang dihasilkan minimal 1 prosiding scopus. Reward yang diperoleh meliputi dana 25, 30, dan 50 juta dengan rincian:
  1. Dana 25 juta untuk penelitian dan pengabdian (Belum ada publikasi)
  2. Dana 30 juta untuk yang sudah memiliki 1-5 publikasi (one year one publication)
  3. Dana 50 juta untuk yang sudah memiliki publikasi lebih dari 5 (melampui batas one year one publication)
  4. Beban administrasi:
  • Penyederhanaan prosedur: Link antar database (SIMPEG, SIAKAD, SISTER, dll), semua file dapat di download di IRIS, Form surat tugas diusahakan dapat diselesaikan sehari dan bisa dikirim via online.
  • SPJ harus sesuai aturan keuangan: Bantuan Account representatives (AR) dan adanya asisten mahasiswa, serta perubahan mekanisme admin real time.

 

 

Sesi tanya jawab

  • Apakah bisa jika PVG meminta 1 RG untuk bisa menampung semua bidang studi di FKIP UNS?

Jawab: Bisa asalkan dapat memenuhi syarat keanggotaan 5-10. Jadi bisa direalisasikan dengan mengajukan permohonan untuk dapat diproses IRISnya. Selain itu, luaran PVG yang dihasilkan nanti juga bisa digunakan untuk menjadi andalan dalam proses reakreditasi.

  • Jika 2 anggota RG saya pada tahun 2022 sudah masuk masa “Emeritus”, bolehkah jika masih mjd anggota RG saya?

Jawab:  Anggota dalam masa “Emeritus” masih bisa masuk dalam RG dengan syarat nama dosen tersebut masih ada di SIMPEG sehingga masih bisa masuk di IRIS. Akan tetapi untuk lebih aman sebaiknya dosen tersebut tidak menjadi ketua agar tidak terjadi pergantian di tengah jalan.

  • Mengapa P index saya belum berubah sejak tahun 2020? Meskipun produk karya luaran penelitian yg sdh divalidasi iris sudah banyak ?

Jawab: Sejak tahun 2012, system di IRIS tidak efisian. Selain itu, adanya keterbatasan admin juga menjadi masalah dalam sinkronisasi IRIS. Jadi nanti untuk ketidaksesuaian data tersebut akan dicoba untuk melakukan pengecekan Kembali P index nya.

  • Mengapa data scopus IRIS dan simlitabmas tidak sama?

Jawab: Data IRIS, simlitabmas, Sinta, dan SISTER belum bisa saling otomatis tersambung. Sehingga upload kinerja harus bolak-balik. Akan tetapi, untuk saat ini sedang dicoba untuk sinkronissi IRIS dan SISTER yang juga dapat menyambung download data Sinta (tetapi tetap harus mengisi beberapa hal terlebih dahulu).

  • Pada Tahun 2020, dosen lulusan S2 boleh mengajukan, namun setelah tiba pengumuman, skornya tinggi dicatat “layak didanai”, namun ternyata DITOLAK. Bagaimana dg fenomena ini?

Jawab: Syarat PTNBH harus 50% doctor. Sehingga untuk dosen S2 sementara belum bisa. Hal tersebut juga sebagai upaya membantu para doctor baru untuk meningkatkan publikasinya. Oleh karena itu, misalkan ada yang ditolak, kita dapat mengoreksi dari komentar reviewer. Reviewer yang dipilih ada assessor reviewer dari luar (sebagai first opinion) agar tidak ada blind reviewer. Tahun depan, kemungkinan doctor sudah banyak sehingga memungkinkan yang lain untuk bisa diterima.

  • Dalam perhitungan indeks personal disebutkan bahwa bimbingan skripsi dll termasuk didalamnya. Bagaimanakah LPPM mendapatkan akses data tersebut? Karena biasanya data yang ada tidak sesuai dengan di lapangan.

Jawab: Akses data di IRIS tentang bimbingan skripsi dll tersebut diperoleh berdasarkan data yang dimasukkan di IRIS. Karena semua yang dimasukkan di IRIS akan tercatat, hal tersebut juga meliputi data sebagai pembicara, Kerjasama luar negeri, Kerjasama dengan pemda, dan lain-lain.

  • Apakah LPPM akan memantau penataan RG agar ada pemerataan sehingga dalam RG ada personel yang produktif?

Jawab: Pemantauan terhadap RG dilakukan 2 tahun sekali dengan memberikan rapor/evaluasi terhadap capaian yang dicapai. Oleh karena itu, sebagai big data dimasukkan di IRIS yang juga akan mempermudah proses akreditasi.

  • Pada peningkatan produktivitas publikasi dengan adanya penataan RG jika dilepas maka akan terbentuk RG tidak produktif. Mengapa tidak dilakukan pembinaan terlebih dahulu bukan langsung cut terhadap RG yang tidak produktif tersebut?

Jawab: Pembentukan dan pembubaran RG dilakukan berdasarkan kebijakan/wewenang dekan fakultas. Jadi surat edaram dari LPPM hanya untuk proses introspeksi /rapor. Sehingga jika belum ada di daftar tidak harus dilakukan penghapusan RG. Jadi bisa direformulasikan lagi di fakultas masing-masing untuk dapat dibentuk lagi/dirubah keanggotaannya agar bisa produktif. Istilah penghapusan tidak ada tetapi adanya penataan RG. Oleh karena itu LPPM berfokus pada JUMLAH. Setelah itu focus pengembangan satu RG. Proses pembinaan yang dilakukan melalui pembuatan/penataan roadmap.

  • Mohon penjelasan, wajib di satu RG dan berhak di satu RG dan/atau satu PUSDI. Apakah artinya tiap dosen bisa di 2 RG?

Jawab: Satu dosen wajib masuk dalam satu RG, jika ingin lebih bisa masuk di Pusdi/PUI. Jadi proses pertumbuhannya berjenjang. Hal ini dilakukan agar 1 RG tersebut dapat dikembangkan dan diperbaiki. Jika roadmap dan kinerja sudah tertata maka nanti akan dilepas/dibebaskan jumlah min 5-10 tersebut.  

  • Ada kasus 2 RG merger karena kekurangan anggota, atau untuk menginternasionalisasi RG, apakah diperbolehkan me-rename nama RG dengan kode registrasi yang tetap atau sudah ada?

Jawab: Kode registrasi dan nama yang sudah ada/terdaftar tetap ada dan tidak terhapus sebagai rekam jejak di IRIS. Sehingga jika ingin merger, bisa membuat/registrasi lagi dengan nama baru. Atau juga bisa melakukan penambahan anggota pada RG yang lama/yang sudah ada.

  • Misalnya ingin tetap ada 2 RG tetapi persyaratan ketua RG diturunkan apakah diperkenankan? Mengingat track record RG 1 sudah cukup baik.

Jawab: Pengajuan ketua RG yang tidak memenuhi kriteria dapat dilakukan dengan melakukan pengajuan melalui Dekan fakultas.

Hal ini juga berlaku untuk prodi yang akan melakukan penataan RG berupa penambahan, perubahan, pembentukan RG baru atau yang lainnya maka kepala prodi dapat mengusulkan surat ke wakil dekan I dengan tembusan ketua KPPMF (sebagai operator untuk nanti dapat mengakses IRIS).

  • Apakah pembimbingan skrispsi dan lainnya dapat digunakan sebagai capaian untuk akumulasi p indeks?

Jawab: Tidak ada. Karena pembimbingan skripsi dan lainnya tersebut berhubungan denga BKD. Prosesnya berupa proposal (BKD) dan hasil berupa laporan akhir (LKD).

  • Misalnya ada satu RG di FKIP yg keanggotaannya adalah dosen2 dari prodi yg berbeda. RG STEM & Literacy, ini sebaiknya bagaimana? kalau dibubarkan, karena kewajiban 1 org ke 1 RG maka agak rugi, krn RG nya sdh dikenal di kalangan periset STEM di Indonesia. Apakah sebaiknya dinaikkan menjadi Pusdi?

Jawab: Jika terdapat kasus seperti itu, RG dapat menaikkan ke pusdi. Sehingga jika lintas prodi maka dosen tersebut bisa kembali ke prodi masing-masing untuk membuat RG dengan dosen pada prodi yang sama. Untuk dapat naik ke pusdi akan diberikan penilaian mengacu PUI tetapi dikurangi untuk Pusdi dan RG. Saat ini akan dilakukan pengisian boring untuk Pusdi baru dan Pusdi lama untuk nanti dapat ditentukan siapa yang masih bisa di Pusdi atau Kembali menjadi RG.

  • Apakah ada perubahan kebijakan untuk prodi S1 dan S2 linier yang gabung jadi satu?

Jawab: Jika min. 5-10 terpenuhi di S2 maka bisa membuat RG baru. Tidak ada perubahan kebijakan, masih sama seperti tahun lalu yang penting hanya 1 RG.

  • Apakah ada batasan untuk ketua RG berapa periode?

Jawab: Tidak ada batasan.

  • Jika tahun ini sudah memiliki 18 luaran, apakah bisa dilakukan pengajuan tahun 2022? Dan untuk ketua hibah apakah ada batasan p index?

Jawab: Bisa. Dan untuk ketua hibah batasan p index masih seperti tahun lalu.

  • Kalau RG transisi ke Pusdi apa masih bisa mengajukan hibah 2022?

Jawab: Masih bisa.

Penutup

Adanya kebijakan baru akan memiliki dampak ke depannya pada setiap RG. Jadi diharapkan untuk dilakukan diskusi prodi masing-masing untuk membentuk RG baru/lama dengan perubahan seperti penambahan atau pengurangan anggota. Setelah itu, ketua prodi dapat mengajukan surat ke wakil dekan dengan tembusan ketua KPPMF untuk dilakukan perubahan di IRIS dan mendapatkan SK dari dekan fakultas. Karena KPPMF memiliki akses untuk menonaktifkan, menambah, menghapus anggota RG dan lain-lain untuk dapat akses di IRIS. Batas pengajuan 25 November 2021, sehingga diharapkan

Leave a Comment