
Koordinator Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Fakultas, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret (KPPMF FKIP UNS) menyelenggarakan kegiatan Workshop dengan tema “An Introduction to A Narrative Inquiry in Teaching and Learning”.
Workshop ini merupakan salah satu kegiatan untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa maupun dosen agar dapat belajar, berdialog dan berdiskusi langsung tentang Narrative Inquiry dari seseorang yang memang sudah ahli dalam bidang tersebut yaitu Prof. Gary Barkhuizen dari University of Auckland, New Zealand.

Workshop ini juga dihadiri oleh Prof. Dr. Slamet Subiyantoro, M.Si. selaku Wakil Dekan Akademik FKIP UNS, Dr. Eng. Nugroho Agung Pambudi, M.Eng. selaku ketua dari KPPMF FKIP UNS, Dr. Nur Arifah Drajati M.Pd. selaku Tim KPPMF FKIP UNS, serta peserta workshop dari dosen dan mahasiswa Pascasarjana FKIP UNS.

Dalam kegiatan ini, Prof. Gary Barkhuizen menyampaikan lebih dalam mengenai apa itu narrative inquiry dan bagaimana konsepnya. Menurut beliau “Narrative inquiry is about stories”. Prof. Gary Barkhuizen menyampaikan bahwa narrative inquiry merupakan sebuah study tentang intteractive discussion, tepatnya pada saat proses mengajar antara hubungan guru dengan peserta didik atau dosen dengan mahasiswa.
Prof. Gary Barkhuizen juga menyampaikan bahwa yang terpenting dari narrative inquiry adalah untuk menginformasikan secara dalam mengenai riset yang kita lakukan. Ketika kita melakukan penelitian narrative inquiry, maka focus kita ada pada “content (who, where, when) dan context”.
Pada saat proses mengajar, pendidik akan menceritakan pengalaman-pengalaman kepada peserta didik. Setelah pengalaman tersebut diceritakan dan diexpose, diharapkan peserta didik memahami, menganalisis data dari pengalaman, dan dapat ikut berkontribusi tentang pengalaman seseorang. Prof. Gary Barkhuizen mengatakan bahwa ketika kita bercerita maka kita harus “Story with the person, BUT not story to the person”. Dalam hal publikasi, diartikan bahwa sebagai peneliti kita harus tau bagaimana cara kita menceritakan penelitian kita kepada orang lain, sehingga orang lain dapat dengan mudah memahami apa yang kita ceritakan dan pembaca dapat merasakan bahkan seolah-olah mereka ikut andil dalam riset yang kita lakukan.
Jadi, “Narrative knowledging is the meaning making, learning or knowledge construction that takes place during the narrative research activities of co(constructing) narratives, analyzing narratives, reporting the findings, and reading/watching/listening to research reports. intteractive discussion” – Prof. Gary Barkhuizen.
Dengan adanya workshop ini diharapkan dapat menambah pemahaman mahasiswa maupun dosen mengenai narrative inquiry dan dapat meningkatkan serta memperbaiki penulisan karya ilmiah dalam publikasi, khususnya di wilayah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS Surakarta.


