Rapat LPPMF – 13 Januari, 2022

Notulensi Rapat

 Pada rapat hari ini, Kamis, 13 Januri 2022, ada 3 hal penting yang dismpaikan, sebagai berikut :

  1. Persiapan Raker LPPM
  2. Pelaksanaan Internasional conference tahun 2022
  3. Perubahan Grup riset

1. Persiapan Raker LPPM

Beberapa hal penting yang disampaikan terkait dengan persiapan Raker adalah sebagai berikut :

a. Evaluasi diri atas capaian capaian 2021

Beberapa kegiatan berhasil di laksanakan sehingga berpengaruh pada capaian KPI.  Ada beberapa hal tidak terealisasi sehingga luaran, yang salah satunya berupa publikasi ilmiah tidak tercapai dengan maksimal. Capaian yang belum maksimal ini menjadi materi untuk menetapkan program kerja di tahun 2022

b. Motor penggerak LPPM di tingkat fakultas adalah KPPMF

KPPMF memiliki akses langsung dari masing dosen di fakultas. Segala info untuk proses penelitian dan berikut luaran-luarannya menjadi tanggungjawab LPPM, namun optimalisasi, pengawasan, dan lain sebagainya yang terkait dengan komunikasi dengan dosen menjadi tanggung jawab bersama antara LPPM dan KPPMF

c. Ada hal yang belum tersentuh oleh KPPM misalnya terkait denan kegiatan kerjasama P2M yang dilaksankan oleh Fakultas dengan pihak expternal, ataupun kerjasama P2M antar dosen dengan pihak external.  KPPMF diharapkan terus mendampingi Bapak/Ibu dosen di Fakultasi untuk meningkatkan capaian di tahun 2022.

d. Skema HRG

Skema ini harus dimaksimalkan dan diharapkan semua riset grup mendapatkan HGR. KPPMF bertugas untuk memotivasi RG, sehingga bisa mensubmit proposal HGR. Ada keluhan dari beberapa fakultas terkait dengan tidak akan melanjutkan HGR padahal hal tersebut adalah sebagai motor penggerak untuk menghasilkan banyak publikasi.

2. Internasional conference

a. Pendanaan conference dengan dana DIES

Selain dana IO, dan DIKTI, u unversitas menfasilitasi untuk bantuan seminar internasonal online dengan kegiatan sampai bulan juni 2022. Ini dapat dimanfaatkan pada publikasi tahun lal (2021), yang belum menjadi luaran. Anggaran DIES dapat dimanfaatkan untuk publikasi Internasional sampai 200 lebih publikasi, diharapkan untuk panitia dibidang dibawah seperti bidang ilmiah akan berkoordinasi dengan WD 1 yang nanti akan disampaikan oleh ketua LPPM. Untuk mekanisme penyelenggaraan Konferensi Internasional akan didampingi oleh Prof. Adi dari tim Jamu terutama dari bidang soshum yang lebih rumit dibandingkan bidang science/engineering.

b. Jumlah conference

Tahun 2021, ada 22 conference, sementara target tahun 2022 adalah 32 conference dengan 3 pendanaan, DIES, IO dan DIKTI.

3. Grup riset

Setiap grup riset ini wajib mengeluarkan journal indeks scopus minimal pada seminar Internasional. Seminar Internasional nantinya bisa mendapatkan pendanaan dari dari DIES dan IO serta dibantu oleh klinik jurnal terkait dengan pendampingan.

Penataan grup riset sudah dilaksanakan, reward punishment di jalankan untuk RG. Ada beberapa grade yaitu dari tidak ada publikasi scopus sampai adanya publikasi scopus, misal perolehan publikasi scopus 1 – 5 yang artinya belum terpenuhinya target  1 publication 1 year untuk setiap dosen.

Untuk Grade A adalah publikasi  5 atau lebih  sehingga jika lebih dari itu maka target dari 1 publication 1 year maka tercapai dari tahun-tahun yang lalu sudah direncanakan tetapi belum tercapai.

Diharapkan nantinya dengan adanya pendampingan sebelumnya dilakukan pengklasifikasian dahulu agar bisa memacu grup riset untuk membenahi publikasi scopus, yang memang dalam penelitian ini ada ketidakseimbangan standar dari soshum dan saintek yang harus scopus.

Best practive Pengalaman Konferensi Internasional Prof. Adi :

Prof Adi menyelenggarakan Konferensi Internasional yang pertama dengan ketua oleh Pak Sigit dan kedua Prof. Adi yang diselenggarakan online dengan kolaborasi mahasiswa.

Konferensi tersebut memiliki scope/cakupan yang luas yang tidak hanya bidang pertanian. Intinya dalam pemilihan topik bisa menarik cakupan yang lain.

ICSAE-8 yang diselenggarakan tahun 2021 bekerja sama dalam beberapa pihak terutama pusat riset bioteknlogi, Fakultas Pertanian, FISIP, SRSD dan FEB, ini membuat topik yang lebih luas.

Silahkan download best practice dari PPT disini

Leave a Comment